Senin, 29 Oktober 2012

Kisah I Jaman dahulu di cina. Di propinsi si ciang, hiduplah seorang pemuda yg bernama Siek Chen. Dia membuka perpustaan di Khun Lu. Pada suatu hari, seorang gadis yg telah lama menyukainya, datang ke kamar belajarnya untuk mendekatinya dan ketika itu Siek Chen menjadi amat marah dan berkata : " kamu seorang gadis perawan yg belum menikah, kalau seandainya kamu melakukan perbuatan yg tercela dengan diriku, maka hal ini tidak hanya akan merusak kesucianmu sendiri bahkan namamu jg akan rusak dan jg akan membuat malu semua leluhur kita. Perbuatan yg melanggar moral ini bagaimana saya berani melakukannya ?" Setelah sang gadis mendengar kata kata ini, dia menyadari bahwa Siek Chen adalah seorang pemuda budiman yg lurus hatinya, maka dia pun segera mengucapkan terima kasih lalu pergi dengan persaan malu. Beberapa tahun kemudian Siek Chen berhasil lulus ujian negara dan menjabat sebagai seorang perdana menyri. Setelah itu putra nya jg menjadi wakil perdana mentri. Ini semua karena perbuatan terpuji nya yg tidak mudah goyah akan godaan seks. Jg tidak mau merusak kesucian orang , ini adalah pahala yg diperoleh nya dalam satu kelahiran sebagai manusia. Seorang penyair pernah menulis : " pengumumman ujian emas hanya dalam sesaat, Satu kehidupan mendapatkan kemakmuran, Menikmati kesenangan dari pahala kebajikan, Sembilan keturunan juga mendapat berkahnya."